5 Cara Mengurangi Sampah Plastik di Lingkungan Sekolah
Oleh : Rocky Febrin Satya Rindhy, Humas SMK Negeri 2 Tegalsari - Sabtu, 24 Januari 2026
Foto : Dibuat dengan gemini
Tegalsari – Setiap pagi, lingkungan sekolah kembali dipenuhi aktivitas. Siswa berdatangan membawa bekal, membeli jajanan, dan menjalani rutinitas belajar. Namun di balik dinamika tersebut, ada satu persoalan yang sering luput dari perhatian: sampah plastik. Bungkus makanan, botol minuman sekali pakai, hingga kantong plastik kerap berakhir di tempat sampah—bahkan tak jarang berserakan di sudut-sudut sekolah.
Padahal, plastik merupakan material yang sangat sulit terurai secara alami. Menurut data lingkungan, plastik membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai sempurna di alam. Jika tidak dikelola dengan bijak, sampah plastik tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan manusia dan ekosistem.
Sekolah sebagai institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Berikut lima cara konkret dan aplikatif yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah.
Membiasakan Penggunaan Botol dan Kotak Makan Pakai Ulang
Salah satu sumber sampah plastik terbesar di sekolah berasal dari botol minuman dan kemasan makanan sekali pakai. Mengganti kebiasaan ini dengan botol minum isi ulang (tumbler) dan kotak makan pribadi merupakan langkah sederhana namun berdampak besar.
Dengan membawa peralatan makan sendiri, siswa tidak hanya mengurangi sampah plastik, tetapi juga belajar tentang gaya hidup bertanggung jawab. Sekolah dapat mendukung kebiasaan ini dengan menyediakan akses air minum isi ulang serta mengedukasi siswa tentang manfaat penggunaan produk ramah lingkungan.
Mengurangi Jajanan Berkemasan Plastik Sekali Pakai
Kantin sekolah memegang peranan penting dalam pengelolaan sampah plastik. Jajanan yang dibungkus plastik sekali pakai secara masif akan memperbesar volume sampah harian. Oleh karena itu, sekolah dapat mendorong kantin untuk menggunakan kemasan ramah lingkungan, seperti kertas makanan, daun, atau wadah yang dapat digunakan ulang.
Selain itu, edukasi kepada siswa agar memilih jajanan yang lebih sehat dan minim kemasan juga menjadi bagian penting dari pembelajaran karakter peduli lingkungan.
Menerapkan Program Pemilahan Sampah Sejak Dini
Mengurangi sampah plastik tidak cukup hanya dengan membuang sampah pada tempatnya. Pemilahan sampah—organik, anorganik, dan residu—merupakan langkah krusial dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Sekolah dapat menyediakan tempat sampah terpisah yang diberi label jelas dan melakukan sosialisasi rutin tentang jenis-jenis sampah. Dengan demikian, siswa memahami bahwa sampah plastik memiliki penanganan berbeda dan sebagian di antaranya masih dapat didaur ulang.
Mengaktifkan Edukasi dan Kampanye Lingkungan
Kesadaran lingkungan tidak tumbuh secara instan. Dibutuhkan edukasi yang konsisten dan berkelanjutan. Sekolah dapat mengintegrasikan isu pengelolaan sampah plastik ke dalam pembelajaran, kegiatan proyek, maupun kampanye lingkungan seperti hari bebas plastik, lomba kebersihan kelas, atau aksi bersih lingkungan sekolah.
Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya mengetahui dampak sampah plastik, tetapi juga terdorong untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.
Mengembangkan Program Daur Ulang dan Bank Sampah Sekolah
Sampah plastik yang telah dipilah dapat memiliki nilai guna jika dikelola dengan tepat. Salah satu solusi efektif adalah membentuk bank sampah sekolah atau bekerja sama dengan pihak pengelola daur ulang.
Program ini mengajarkan siswa bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali. Selain berdampak positif bagi lingkungan, kegiatan ini juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kepedulian sosial pada peserta didik.
Penutup
Mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah bukan hanya tentang kebersihan, tetapi tentang membangun budaya peduli lingkungan. Melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten—mulai dari membawa botol minum sendiri hingga memilah sampah—sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran nyata tentang tanggung jawab terhadap bumi.
Ketika kesadaran ini tumbuh di lingkungan sekolah, dampaknya akan meluas hingga ke rumah, masyarakat, dan masa depan generasi berikutnya. Sekolah yang bersih dari sampah plastik adalah cerminan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memanusiakan.
Referensi:
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Pengelolaan Sampah dan Pengurangan Plastik Sekali Pakai, https://www.menlhk.go.id
Badan Pusat Statistik. Statistik Lingkungan Hidup Indonesia, https://www.bps.go.id
United Nations Environment Programme. Beat Plastic Pollution, https://www.unep.org
World Health Organization. Plastic Pollution and Human Health, https://www.who.int
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. Sekolah Adiwiyata dan Pendidikan Lingkungan Hidup, https://www.kemdikbud.go.id
*)Artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis dan mungkin terdapat kekeliruan serta bukan merupakan cerminan sikap instansi tempat penulis bekerja.
Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.