Artikel
Fakta dan opini SMK Negeri 2 Tegalsari
Fakta dan opini SMK Negeri 2 Tegalsari
Di tengah dinamika kebutuhan pangan yang terus berkembang, peran sumber daya manusia yang kompeten dalam mengolah dan mengembangkan produk pertanian menjadi semakin krusial.
Di era mobilitas yang berkembang pesat, kebutuhan akan tenaga ahli di bidang otomotif bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan tulang punggung industri. SMKN 2 Tegalsari menjawab tantangan ini melalui kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR), sebuah jurusan yang dirancang untuk mencetak teknisi andal yang siap bertarung di dunia kerja global maupun wirausaha.
Di balik dinding-dinding kokoh dan deretan ruang kelas, sekolah lebih dari sekadar tempat belajar mata pelajaran. Ia adalah panggung kehidupan mini, laboratorium sosial di mana anak-anak muda berinteraksi, bertumbuh, dan membentuk identitas mereka.
Pertambangan merupakan sektor industri vital yang berperan sebagai tulang punggung ekonomi global, namun ia datang dengan konsekuensi lingkungan yang masif. Eksploitasi sumber daya alam ini sering kali menuntut pembukaan lahan skala besar yang memicu deforestasi dan hilangnya keanekaragaman hayati secara permanen.
Setiap hari, kendaraan bermotor menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas masyarakat, termasuk pelajar. Berangkat ke sekolah, mengikuti kegiatan praktik, hingga pulang ke rumah, jalan raya menjadi ruang interaksi yang penuh dinamika dan risiko.
Setiap pagi, lingkungan sekolah kembali dipenuhi aktivitas. Siswa berdatangan membawa bekal, membeli jajanan, dan menjalani rutinitas belajar. Namun di balik dinamika tersebut, ada satu persoalan yang sering luput dari perhatian: sampah plastik.
Pagi itu, ketika langkah kaki para siswa SMK Negeri 2 Tegalsari mulai memenuhi koridor menuju ruang praktik dan laboratorium, sesungguhnya mereka memasuki sebuah dunia yang berbeda dari sekadar bangku kelas tradisional.
Sejalan dengan transformasi digital yang semakin masif, dunia pendidikan di Indonesia mengalami perubahan mendasar melalui penerapan Kurikulum Merdeka.
Seperti yang Anda ketahui mekanisme pelaporan pajak pada tahun 2026 berbeda dengan tahun 2025, dimana pada tahun ini pelaporan pajak menggunakan platform online yang disebut Coretax.