Wujudkan "Kebun Produktif Sekolah Mandiri", SMK Negeri 2 Tegalsari Gelar Kokurikuler Pembibitan, Penanaman, dan Pemanenan Tanaman Toga
Penulis : Humas SMK Negeri 2 Tegalsari - 5 November 2026
Foto : Humas SMK Negeri 2 Tegalsari
Tegalsari – SMK Negeri 2 Tegalsari terus berkomitmen mewujudkan visi sekolah sebagai lembaga pendidikan yang produktif dan mandiri. Pada Selasa, 3 November 2026, sekolah menggelar kegiatan Kokurikuler Tanaman Toga (Tanaman Obat Keluarga) yang meliputi tiga tahap penting: pembibitan, penanaman, dan pemanenan. Kegiatan berlangsung di lahan pembibitan khusus yang telah disiapkan di lingkungan sekolah, dengan mengusung tema besar "Kebun Produktif Sekolah Mandiri" dan tagline "Bertani, Berinovasi, Berwirausaha".
Kegiatan yang merupakan bagian dari kurikulum Tahun Pelajaran 2026/2027 ini dibuka dan dipandu langsung oleh Kepala Sekolah, Ibu Yanti Devi Wijaya, S.H., M.Pd., bersama Wakil Kepala Sekolah (Waka) Bidang Kurikulum. Seluruh murid dari berbagai konsentrasi keahlian (KKBT, DPIB, PSPT, APHP, dan TKR) terlihat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.
Kolaborasi Lintas Jurusan dalam Satu Lahan
Suasana lahan pembibitan tampak hidup dan penuh semangat sejak pagi hari. Sebelum kegiatan inti dimulai, para murid berbaris rapi di koridor sekolah yang dihiasi mural inspiratif, mendengarkan arahan dari guru pendamping. Setelah itu, mereka bergerak ke lahan pembibitan yang telah dibagi menjadi beberapa bedengan sesuai dengan kelompok masing-masing.
Yang menarik dari kegiatan ini adalah kolaborasi lintas jurusan. Setiap kelompok terdiri dari murid-murid yang berasal dari konsentrasi keahlian berbeda, namun bekerja sama dengan kompak.
Praktik Langsung Menanam Rimpang
Proses penanaman dilakukan secara langsung oleh para murid di bawah bimbingan guru. Terlihat jelas murid-murid dengan telaten menanam rimpang-rimpang jahe merah ke dalam tanah yang telah digemburkan. Mereka belajar teknik penanaman yang benar, mulai dari kedalaman tanam, jarak antar rimpang, hingga cara merawat tanaman agar tumbuh optimal.
Tidak hanya tanaman toga, beberapa kelompok juga menanam tanaman lain seperti karet (Ficus elastica) yang menambah keanekaragaman hayati di kebun sekolah. Setiap bedengan dilengkapi dengan papan nama transparan yang berisi identitas kelompok, nama anggota, dan jenis tanaman yang dibudidayakan, sehingga memudahkan monitoring dan evaluasi pertumbuhan tanaman.
Lebih dari Sekadar Bertani
Kepala SMK Negeri 2 Tegalsari, Ibu Yanti Devi Wijaya, S.H., M.Pd., menekankan bahwa kegiatan kokurikuler ini memiliki nilai edukatif yang jauh lebih dalam daripada sekadar aktivitas bercocok tanam.
"Kokurikuler Tanaman Toga ini adalah wujud nyata dari pembelajaran kontekstual. Murid tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi merasakan langsung proses dari hulu ke hilir: mulai dari pembibitan, penanaman, perawatan, hingga nanti pemanenan. Kami ingin menanamkan nilai kemandirian, kerja sama tim, tanggung jawab, dan yang paling penting adalah jiwa kewirausahaan. Mereka belajar bahwa alam adalah sumber daya yang jika dikelola dengan ilmu dan inovasi, dapat menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi," ujar Bu Yanti saat mendampingi murid di lahan pembibitan.
Beliau juga menambahkan bahwa hasil panen dari kebun toga ini nantinya akan diolah lebih lanjut, khususnya oleh murid jurusan APHP, menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti jamu tradisional, minuman herbal, bumbu dapur, hingga produk kosmetik herbal. Hal ini sejalan dengan visi SMK Negeri 2 Tegalsari untuk mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga kreatif, inovatif, dan berjiwa wirausaha.
Antusiasme dan Kerja Sama yang Tinggi
Para murid terlihat sangat serius dan fokus dalam mengerjakan tugas masing-masing. Mulai dari menggemburkan tanah, menanam bibit rimpang, memasang ajir penyangga, hingga menyiram tanaman, semua dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Guru-guru pendamping juga turut aktif membimbing, memberikan tips, dan mengawasi proses penanaman agar berjalan sesuai prosedur.
Kegiatan kokurikuler ini ditutup dengan sesi dokumentasi dan refleksi bersama. Murid diajak untuk mencatat perkembangan tanaman yang mereka tanam sebagai bagian dari laporan praktik kokurikuler yang akan dinilai sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, SMK Negeri 2 Tegalsari semakin memperkuat posisinya sebagai sekolah yang tidak hanya unggul dalam kompetensi kejuruan, tetapi juga peduli terhadap kelestarian lingkungan, kesehatan, dan pengembangan karakter murid yang holistik. Kebun Produktif Sekolah Mandiri ini diharapkan menjadi laboratorium hidup bagi seluruh warga sekolah untuk terus belajar, berinovasi, dan berwirausaha.